Suatu hari nanti kita akan menjadi seorang ibu. Di mana ibu adalah madrasah pertama bagi putra putrinya. Tahukah kita? Terlahir sebagai kaum hawa yang kelak menjadi madrasah pertama adalah anugerah dari-Nya yang patut disyukuri. Kita pun memiliki banyak peran nantinya, menjadi istri dari suami kita, menjadi ibu dari anak-anak kita, pendidik bagi generasi penerus kita. Tak hanya itu, saat bersama buah hati kita bisa berperan sebagai teman, kakak, bahkan sahabat. Sungguh luar biasa kita memiliki peran sebanyak itu.
Tanggung jawab pendidikan seorang anak berada di pundak ibu bapaknya. Sekolah dan lembaga pendidikan lainnya adalah partner orang tua. Di tengah wabah yang melanda negeri kita tercinta, jika kita mau merenunginya maka kita akan menemukan hikmah yang tak terkira. Ayah, bunda, dan anak punya banyak waktu untuk berkumpul bersama. Orang tua bisa menyaksikan tumbuh kembang sang anak. Orang tua pun berperan sebagai guru yang membimbing anaknya selama belajar di rumah.
Ada sebuah kutipan yang berbunyi: "setiap tempat adalah sekolah, dan setiap orang adalah guru". Pada masa sekarang ini, kita mulai mengiyakan kutipan tersebut. Belajar yang sesungguhnya adalah menggali sebanyak-banyaknya pengetahuan di sekitar kita. Jadi di mana pun kita berada jadikan setiap tempat yang kita pijak sebagai sekolah yang darinya kita bisa mengambil banyak pelajaran. Dan jadikan siapapun yang kita jumpai sebagai guru yang bersamanya kita bisa menguak rahasia alam semesta.
Selasa, 14 Juli 2020
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Penyesalan dan Bisikan Cinta-Nya
Penyesalan dan Bisikan Cinta-Nya Oleh Nurul Hidayah Sebuah lorong sunyi terbentang di kedalaman malam. Gulita perlahan menelan seluruh ben...
-
Suatu hari nanti kita akan menjadi seorang ibu. Di mana ibu adalah madrasah pertama bagi putra putrinya. Tahukah kita? Terlahir sebagai kaum...
-
Lantai 3 menyapa Sudah berapa anak tangga kehidupan yang telah kita daki? Masihkah kita bersemangat dalam mengayunkan langkah? Saat masa mu...
-
Lantai 3 menyapa Sudah berapa anak tangga kehidupan yang telah kita daki? Masihkah kita bersemangat dalam mengayunkan langkah? Saat masa ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar