Pernah nggak sih kalian ngerasain pikiran seolah buntu, tugas nampaknya numpuk, masalah seakan selalu hadir menyapa?
Saya pernah berada di masa itu. Hidup seolah dipenuhi tekanan, mau maju takut jatuh, mau mundur tapi udah di tengah jalan. Ternyata semua perasaan itu hanyalah gemuruh dalam hati kita yang selalu merasa tak tenang. Padahal hidup yang kita jalani sehari-hari semua sudah sesuai dengan porsi kita. "Allah SWT tidak membebani seseorang melebihi batas kemampuannya", begitu kiranya kutipan firman Allah SWT dalam kitab suci Al-Qur'an. Jadi apa kunci dari hati yang lapang dan tenang? Hati akan terasa lapang dan tenang saat kita mengingat Allah SWT. Mengingat-Nya dalam segala hal, di manapun dan kapanpun. Saat mendapat nikmat kita bersyukur, saat ditimpa musibah kita bersabar. Selalu mengawali setiap aktivitas dengan menyebut nama Allah, berikhtiyar dengan jalan yang baik dan benar, selalu mengiringi aktivitas dengan berdo'a, dan bertawakkal memasrahkan segalanya kepada Allah SWT. Karena serapi dan sebagus apapun rencana kita, sungguh rencana dan tak takdir-Nya jauh lebih indah.
Selasa, 14 Juli 2020
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Penyesalan dan Bisikan Cinta-Nya
Penyesalan dan Bisikan Cinta-Nya Oleh Nurul Hidayah Sebuah lorong sunyi terbentang di kedalaman malam. Gulita perlahan menelan seluruh ben...
-
Suatu hari nanti kita akan menjadi seorang ibu. Di mana ibu adalah madrasah pertama bagi putra putrinya. Tahukah kita? Terlahir sebagai kaum...
-
Lantai 3 menyapa Sudah berapa anak tangga kehidupan yang telah kita daki? Masihkah kita bersemangat dalam mengayunkan langkah? Saat masa mu...
-
Lantai 3 menyapa Sudah berapa anak tangga kehidupan yang telah kita daki? Masihkah kita bersemangat dalam mengayunkan langkah? Saat masa ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar