Selasa, 14 Juli 2020

Catatan Nuhid #11

Bulan yang kita rindukan telah lewat sepuluh hari awal yang penuh rahmat. Kini kita memasuki sepuluh hari yang kedua. Bagaimana kabar hati? Masihkah ia semangat menjalani hari? Ataukah layu diterpa angin tatkala sunyi? Layaknya fisik, hati pun perlu untuk dinutrisi. Ramadhan hadir laksana hujan di tengah kemarau panjang. Ia dinanti oleh jutaan umat yang haus akan siraman ruhani. Ramadhan perlahan menutrisi hati kita dan menjernihkan pikiran kita. Ramadhan adalah rembulan yang selalu dirindu kehadirannya. Kerinduan pada lantunan Kalam Ilahi yang selalu meramaikan masjid dan surau-surau. Kerinduan pada shalat tarawih, yang dengannya kita bisa berkumpul dalam satu majelis bersama mengagungkan nama-Nya. Kerinduan pada lingkaran halaqoh yang menyejukkan qalbu. Ramadhan adalah bulan Al-Qur'an, di mana setiap dari kita memperbanyak bacaannya, mengkaji terjemahnya, dan menghafal surat-suratnya. Senja adalah waktu yang selalu dinanti, berbagai macam takjil dijajakan di sepanjang jalan. Ada waktu khusus di senja hari tatkala menanti kumandang adzan Maghrib, kita menyebut aktivitas penantian itu dengan nama "ngabuburit". Tahun 2020 ini Ramadhan terasa berbeda, beberapa kerinduan dan penantian mungkin ada yang tak tersampaikan. Tarawih dan tadarus tak hanya menerangi masjid, kini keduanya mulai menerangi setiap rumah. Kajian-kajian keislaman pun mulai bergema di setiap rumah. Meski kita tak mampu berkumpul, meski kita sendiri #dirumahaja. Sesungguhnya kita bersama dalam kesendirian dan kita sendiri dalam kebersamaan.

1 komentar:

  1. Nice I liked your blog. Check out my blog Mr. Media and Mr. Information. comment, share, and press bell icon to get notification if you like it. Must comment my blog.

    BalasHapus

Penyesalan dan Bisikan Cinta-Nya

  Penyesalan dan Bisikan Cinta-Nya Oleh Nurul Hidayah Sebuah lorong sunyi terbentang di kedalaman malam. Gulita perlahan menelan seluruh ben...