Bulan Ramadhan telah mendekati purnama.
Kita tak tahu apakah bulan badar ini menyimpan malam qadar atau tidak.
Malam di mana ketenangan dan kesunyian mendekap bumi.
Di malam itu malaikat-malaikat turun ke bumi, termasuk di dalamnya Jibril as.
Malam yang ganjaran amal kebaikan dilipatgandakan hingga ia laksana ibadah yang lebih baik dari seribu bulan.
Pahalanya tak hanya seribu bulan, tetapi lebih baik dari itu.
Mari kita bermuhasabah tentang hari-hari yang telah berlalu.
Sudahkah kita penuhi ia dengan amal kebaikan, ataukah waktu bergulir tiada makna.
Kita merindukan malam qadar dan esok malam badar menghampiri.
Istiqamah adalah kunci untuk berjumpa dengan malam qadar.
Dengannya kita mampu meraih pahala yang tak dapat ditakar.
Jibril turut datang dalam suatu urusan besar.
Menebar salam sejahtera teruntuk penduduk bumi hingga datang masanya fajar.
Nurul Hidayah
Jepara, Mei 2020
Selasa, 14 Juli 2020
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Penyesalan dan Bisikan Cinta-Nya
Penyesalan dan Bisikan Cinta-Nya Oleh Nurul Hidayah Sebuah lorong sunyi terbentang di kedalaman malam. Gulita perlahan menelan seluruh ben...
-
Suatu hari nanti kita akan menjadi seorang ibu. Di mana ibu adalah madrasah pertama bagi putra putrinya. Tahukah kita? Terlahir sebagai kaum...
-
Lantai 3 menyapa Sudah berapa anak tangga kehidupan yang telah kita daki? Masihkah kita bersemangat dalam mengayunkan langkah? Saat masa mu...
-
Lantai 3 menyapa Sudah berapa anak tangga kehidupan yang telah kita daki? Masihkah kita bersemangat dalam mengayunkan langkah? Saat masa ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar