Selasa, 14 Juli 2020

Catatan Nuhid #4

Hakikat hati adalah milik-Nya
Kita memang bukan siapa-siapa
Dan tanpa-Nya kita tak berarti apa-apa
Pagi pun selalu rindukan hati yang menanti teduh cahaya-Nya
Mata ini tak pernah mampu memandang apapun
Dalam setiap pandang hanya ada nama-Mu
Lukisan pagi dan senja-Mu selalu hadir dalam rintik rindu
Rintik itu adalah Kau yang selalu sejukkan hati dengan kalam agung-Mu
Kau selalu bertahta di ketinggian itu
Ku ingin rasakan ada-Mu dalam ketiadaanku
Terus memuji-Mu bersama kabut yang hantarkan dingin di tepian rindu
Kami kerdil di hadapan-Mu
Di balik awan kami coba singkap tabir itu
Tabir yang di baliknya Kau simpan hikmah-Mu
Gerak-gerik tiap makhluk-Mu selalu ungkapkan kuasa-Mu
Hingga kami tersadar kenihilan itu adalah kami
Ketiadaan itu wujud kami
Di mana kerdil, nihil, tiada, dan rendah adalah rasa kami
Rasa yang terlukis kala kami berpijak meninggi
Mencoba bercengkrama dengan-Mu
Dan dalam ketinggian itu kami merendah
Karna kami ada dalam ketiadaan
Dan kami tiada dalam keberadaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Penyesalan dan Bisikan Cinta-Nya

  Penyesalan dan Bisikan Cinta-Nya Oleh Nurul Hidayah Sebuah lorong sunyi terbentang di kedalaman malam. Gulita perlahan menelan seluruh ben...