Sabtu, 02 Juni 2018

Lantai 3 Menyapa

Lantai 3 menyapa 
Sudah berapa anak tangga kehidupan yang telah kita daki? 
Masihkah kita bersemangat dalam mengayunkan langkah? 
Saat masa mulai menua 
Saat kaki tak lagi sekokoh dulu 
Saat pijakan kian tak pasti 
Kita akan mencari sosok tuk menggandeng kita 
Meniti langkah, menaiki anak tangga bersama 
Hingga tak ada lagi sisa-sisa anak tangga yang menanti pijakan kita 
Langkah kita terhenti 
Sejenak kita duduk di anak tangga tertinggi 
Menundukkan kepala, merenung, dan menatap masa lalu 
Masa di mana kita masih sendiri 
Menaiki anak tangga dengan berlari 
Masa setelahnya kita bersama 
Mendaki sisa tangga kehidupan 
Dan saling mengurai rasa, mengurai makna 
Hingga masa menjamah senja 
Saat rasa mulai menyulam asa 
Kita masih tetap duduk termenung 
Seolah menanti sesuatu 
Saat sunyi menghampiri 
Kita putuskan tuk turuni tangga 
Satu per satu anak tangga mewakili masa lalu 
Jalinan cerita berputar dalam memori 
Ada kalanya sedih menghampiri 
Dan ada masanya bahagia menyapa 
Kita berjalan dengan pasti, meski tak lagi mampu tuk berlari
Setiap anak tangga menyuarakan masa 
Setiap anak tangga menampilkan kenangan 
Kita berjalan turun dengan satu rasa yang menyatu 
Bersama mengaca masa lalu 
Hingga kita kembali pada anak tangga terakhir 
Tempat di mana kehidupan itu bermula 
Dan akan menjadi tempat terakhir saat kita telah tiada

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Penyesalan dan Bisikan Cinta-Nya

  Penyesalan dan Bisikan Cinta-Nya Oleh Nurul Hidayah Sebuah lorong sunyi terbentang di kedalaman malam. Gulita perlahan menelan seluruh ben...