Sudah berapa anak tangga kehidupan yang telah kita daki?
Masihkah kita bersemangat dalam mengayunkan langkah?
Saat masa mulai menua
Saat kaki tak lagi sekokoh dulu
Saat pijakan kian tak pasti
Kita akan mencari sosok tuk menggandeng kita
Meniti langkah, menaiki anak tangga bersama
Hingga tak ada lagi sisa-sisa anak tangga yang menanti pijakan kita
Langkah kita terhenti
Sejenak kita duduk di anak tangga tertinggi
Menundukkan kepala, merenung, dan menatap masa lalu
Masa di mana kita masih sendiri
Menaiki anak tangga dengan berlari
Masa setelahnya kita bersama
Mendaki sisa tangga kehidupan
Dan saling mengurai rasa, mengurai makna
Hingga masa menjamah senja
Saat rasa mulai menyulam asa
Kita masih tetap duduk termenung
Seolah menanti sesuatu
Saat sunyi menghampiri
Kita putuskan tuk turuni tangga
Satu per satu anak tangga mewakili masa lalu
Jalinan cerita berputar dalam memori
Ada kalanya sedih menghampiri
Dan ada masanya bahagia menyapa
Kita berjalan dengan pasti, meski tak lagi mampu tuk berlari
Setiap anak tangga menyuarakan masa
Setiap anak tangga menampilkan kenangan
Kita berjalan turun dengan satu rasa yang menyatu
Bersama mengaca masa lalu
Hingga kita kembali pada anak tangga terakhir
Tempat di mana kehidupan itu bermula
Dan akan menjadi tempat terakhir saat kita telah tiada
Tidak ada komentar:
Posting Komentar