Sabtu, 02 Juni 2018

Uraian Rasa

Hakikat hati adalah milik-Nya 
Kita memang bukan siapa-siapa 
Dan tanpa-Nya kita tak berarti apa-apa 
Pagi pun selalu rindukan hati yang menanti teduh cahaya-Nya 
Mata ini tak pernah mampu memandang apapun 
Dalam setiap pandang hanya ada nama-Mu 
Lukisan pagi dan senja-Mu selalu hadir dalam rintik rindu 
Rintik itu adalah Kau yang selalu sejukkan hati dengan kalam agung-Mu 
Kau selalu bertahta di ketinggian itu 
Ku ingin rasakan ada-Mu dalam ketiadaanku 
Terus memuji-Mu bersama kabut yang hantarkan dingin di tepian rindu 
Kami kerdil di hadapan-Mu 
Di balik awan kami coba singkap tabir itu 
Tabir yang di baliknya Kau simpan hikmah-Mu 
Gerak-gerik tiap makhluk-Mu selalu ungkapkan kuasa-Mu 
Hingga kami tersadar kenihilan itu adalah kami 
 Ketiadaan itu wujud kami 
Di mana kerdil, nihil, tiada, dan rendah adalah rasa kami 
Rasa yang terlukis kala kami berpijak meninggi 
 Mencoba bercengkrama dengan-Mu 
Dan dalam ketinggian itu kami merendah 
Karna kami ada dalam ketiadaan 
Dan kami tiada dalam keberadaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Penyesalan dan Bisikan Cinta-Nya

  Penyesalan dan Bisikan Cinta-Nya Oleh Nurul Hidayah Sebuah lorong sunyi terbentang di kedalaman malam. Gulita perlahan menelan seluruh ben...