Sabtu, 10 Januari 2015

puisi JERATAN JARING MODERNITAS

JERATAN JARING MODERNITAS


Dalam bilik-bilik keegoisan
Tawa kebahagiaan terus terpancar
Ruang-ruang abstrak terbentang luas
Sekat-sekat pembatas telah musnah
Insan-insan tak lagi bersua
Silaturrahim, bertandang, saling mengunjungi
Kini menjadi barang kuno
Tak pernah terjamah dan hampir musnah
Status-status tanpa makna
Kian menjamur di ruang hampa
Gambar-ganbar penuh kepalsuan
Kian mengalir deras
Bermuara di notivication tiap insan
Tak terasa hari menjelang petang
Waktu terus berjalan
Hari berganti hari
Tiada guna tanpa makna
Waktu habis terbuang
Hanya untuk bersua
Dengan wajah tanpa arah
Di ruang dunia maya

puisi DI UJUNG PENANTIAN INI

DI UJUNG PENANTIAN INI


Gelap malam mulai mendekap
Sunyi sepi kian merapat
Sepasang insan masih terjaga
Menanti datang waktunya tiba
Dengan penuh harap
Senyum mentari menjadi arti
Sampai sudah waktu terhenti
Bersama fajar yang menyapa
Semoga pengorbanan, peluh dan air mata
Tak sia-sia kita habiskan
Separuh petang kan hilang
Terganti senyum kebahagiaan
Sepucuk do'a kita panjatkan
Penantian penuh harap
Kerinduan akan damba
Mentari pagi bersinar
Memancarkan kegembiraan
Menyiratkan kabar kemenangan
Hingga air mata berlinang
Tangis kebahagiaan terpancar
Di ujung penantian ini

#harapan di penghujung malam

Jumat, 09 Januari 2015

puisi SEMANGATKU TAK TERHENTI

SEMANGATKU TAK TERHENTI


Gemuruh petir memecah telinga
Kilatan-kilatan cahaya menyusup
Di sela-sela rintik hujan
Mendadak aktivitaspun terhenti
Tak seorangpun menginstruksi
Serentak, bersama, bersatu padu
Bagai bangkai-bangkai yang bernafas
Rintik hujan tak jadi penghalang
Titik-titik hujan menyiratkan makna
Beribu anugerah berjuta nikmat
Wahai makhluk yang berakal
Bangkitlah!
Songsong hari dengan semangat
Ruang dan waktu tiada sekat
Walau hujan datang
Kaki ini harus terus melangkah tanpa batas
Mengarungi lautan kisah hidup
Hingga pelangi terbentang di suatu senja
Mengubah senja kita tak lagi sendu


SKENARIO HIDUPKU

Setiap orang punya skenario hidup yang tak sama, namun apapun peran yang sedang ia perankan menuntut adanya totalitas, ya! sebuah TOTALITAS. Ada sebuah kalimat indah dari seorang guru, kalimat itu selalu menemaniku dalam menapaki setiap liku kehidupan. Sebuah kalimat yang sederhana, namun kaya makna dan sangat menginspirasi. Suatu hari, di sela-sela kegiatan belajar mengajar di sebuah Madrasah Aliyah "satu atap" sang guru meramu kata yang dibumbui diksi sedap, sehingga tercipta sebuah kalimat yang sangat lezat. "MAKSIMALKAN IKHTIYAR, OPTIMALKAN SABAR"
Sebelumnya, sang guru juga sudah pernah menyampaikan sebuah kata bijak "TIDAK ADA ALASAN UNTUK TIDAK BERSYUKUR".
Lengkap sudah bekal yang akan kita bawa untuk menyusuri samudera yang penuh ombak menuju tepian pulau impian yang menjadi dambaan tiap insan.
Ini menjadi bahan dasar yang akan ku olah menjadi masakan yang lezat, sehingga nantinya dapat dinikmati banyak orang.

Ceritaku berawal dari sini....
Pelangi di Ujung Senja

Penyesalan dan Bisikan Cinta-Nya

  Penyesalan dan Bisikan Cinta-Nya Oleh Nurul Hidayah Sebuah lorong sunyi terbentang di kedalaman malam. Gulita perlahan menelan seluruh ben...