Jumat, 09 Januari 2015

puisi SEMANGATKU TAK TERHENTI

SEMANGATKU TAK TERHENTI


Gemuruh petir memecah telinga
Kilatan-kilatan cahaya menyusup
Di sela-sela rintik hujan
Mendadak aktivitaspun terhenti
Tak seorangpun menginstruksi
Serentak, bersama, bersatu padu
Bagai bangkai-bangkai yang bernafas
Rintik hujan tak jadi penghalang
Titik-titik hujan menyiratkan makna
Beribu anugerah berjuta nikmat
Wahai makhluk yang berakal
Bangkitlah!
Songsong hari dengan semangat
Ruang dan waktu tiada sekat
Walau hujan datang
Kaki ini harus terus melangkah tanpa batas
Mengarungi lautan kisah hidup
Hingga pelangi terbentang di suatu senja
Mengubah senja kita tak lagi sendu


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Penyesalan dan Bisikan Cinta-Nya

  Penyesalan dan Bisikan Cinta-Nya Oleh Nurul Hidayah Sebuah lorong sunyi terbentang di kedalaman malam. Gulita perlahan menelan seluruh ben...