Selasa, 14 Juli 2020

Catatan Nuhid #18

Mbah Rebinah (almarhumah), dari beliau lah aku belajar sholat untuk yang pertama kalinya.
Bapak Zarkoni, beliau tak hanya berkata dengan alat wicara, setiap kata yang terucap adalah ejaan hati.
Ibuk Rusmini, belaian beliau selalu membuatku rindu, setiap gerak dan ucap datangnya dari rasa. Rasa kasih dan sayang yang terus terulang.
Ahmad Syakur, dia seorang adik yang bijaksana dan penyayang. Di setiap kepergianku, posisi anak tertua bergeser kepadanya. Keluarga adalah yang utama dan yang pertama dia perjuangkan.
Siti Rodhiyatun, meski kita sering bertengkar untuk hal-hal yang remeh (hehe), sesungguhnya tak ada kebencian di antara kita. Kita saling menyayangi dan saling menasihati.
Umi Roiyah, adik yang satu ini sangat sensitif, dia sangat perasa. Dia teramat sayang dan hormat kepada adik, kakak, dan kedua orang tua.
Yasir Ahmad, progresnya sangat membanggakan. Adik yang dulunya sering main dan keluyuran, kini lebih memilih tinggal di penjara suci (pondok pesantren) dengan kesadaran hati dan tanpa paksaan.
Ummi Salamah, yang kusuka dari dirinya adalah saat dia masih bayi, dialah adik pertama yang "diemong" olehku. Tulisannya sangat bagus dan rapi. Sekarang dia sudah berani berangkat sekolah sendiri.
Zahirotun Mushoffah, dia adalah anak bungsu. Dia sangat suka membaca, membaca tulisan apa saja yang dia jumpai. Bacaan Al-Qur'annya juga bagus.

Setiap diri pasti punya bakatnya masing-masing
Syakur dan Yasir adalah dua anak yang hobi elektro.
Rodhiyatun dan Umi sangat piawai menggoreskan qalam menjadi kaligrafi yang indah.
Salamah dan Zahiroh masih menikmati masa kanak-kanaknya. Ada bakat terpendam pada diri mereka yang seiring waktu akan mengemuka.

Aku, Nurul Hidayah adalah pengagum sejati mereka. Tak pernah jemu aku membaca mereka, ku lukis mereka dengan indah dalam benakku. Dari mereka aku belajar tentang hidup dan kehidupan. Tentang kebersamaan dan kasih sayang, saling menjaga dan mendo'akan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Penyesalan dan Bisikan Cinta-Nya

  Penyesalan dan Bisikan Cinta-Nya Oleh Nurul Hidayah Sebuah lorong sunyi terbentang di kedalaman malam. Gulita perlahan menelan seluruh ben...