Jika boleh jujur tentang rasa ini. Sungguh rasa rindu ini sudah mulai menyesakkan dada. Jika boleh aku membandingkan tahun lalu dan tahun ini. Jika waktu bisa berjalan mundur atau bahkan yang lalu bisa terulang kembali, aku ingin mengulangi lagi Ramadhan tahun lalu. Ah, sudahlah! Khayalan macam apa ini. Setidaknya tempat yang pernah kita pijak telah menorehkan kenangan. Begitupun juga dengan mereka yang pernah kita jumpa dapat menjadi tempat bagi rindu tuk bermuara. Teruntuk sahabat yang pernah berjumpa dengan kak Nurul dan Momo. Mari kita kenang kebersamaan kita. Setiap akhir pekan selama bulan Ramadhan kita selalu menghabiskan waktu bersama. Menunggu waktu berbuka bersama, berbagi cerita tentang banyak hal.
Secangkir kopi rindu yang kuseduh sudah mulai dingin. Namun kenangan akan kebersamaan kita perlahan menghangatkan. Dan sekali lagi rindu membuat lidahku kelu. Tak mampu ungkapkan rasa yang membelenggu kalbu. Semoga pandemi ini cepat berlalu. Setelah cukup baginya waktu, ia akan pergi layaknya tamu.
Selasa, 14 Juli 2020
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Penyesalan dan Bisikan Cinta-Nya
Penyesalan dan Bisikan Cinta-Nya Oleh Nurul Hidayah Sebuah lorong sunyi terbentang di kedalaman malam. Gulita perlahan menelan seluruh ben...
-
Suatu hari nanti kita akan menjadi seorang ibu. Di mana ibu adalah madrasah pertama bagi putra putrinya. Tahukah kita? Terlahir sebagai kaum...
-
Lantai 3 menyapa Sudah berapa anak tangga kehidupan yang telah kita daki? Masihkah kita bersemangat dalam mengayunkan langkah? Saat masa mu...
-
Lantai 3 menyapa Sudah berapa anak tangga kehidupan yang telah kita daki? Masihkah kita bersemangat dalam mengayunkan langkah? Saat masa ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar