"Jaranglah berkunjung, maka cinta kan melambung". Pepatah Arab ini menjadi kalimat penutup yang manis dari ustadz Singgih dalam acara Khatmil Qur'an FBS UNNES.
Di masa pandemi ini kita memang jarang berkunjung, bahkan tak pernah bersua. Kita hanya bisa saling sapa secara daring. Sekarang adalah masanya bagi kita untuk beruzlah. Sebagaimana Rasulullah SAW pernah melakukannya. Beliau menepi di gua Hira untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Khaliq pemilik alam semesta. Begitupun halnya dengan kita, mari kita manfaatkan momentum ini untuk keluar dari keramaian, menepi dari kebisingan, untuk mencari kesunyian dan kedamaian. Kita butuh waktu untuk sendiri menikmati karunia Ilahi yang telah diberi. Muhasabah juga bisa menjadi solusi saat kita sedang sendiri. Menghitung amalan yang telah lalu, bersyukur atas amal baik kita, dan memohon ampun kepada Allah atas segala salah dan khilaf kita. Kemudian iringi muhasabah dengan usaha untuk berbenah. Kita mulai tata niat dan kuatkan tekad untuk menata tindak tanduk dan tutur kata kita. Mengisi hari-hari dengan amal kebaikan, berbagi untuk sesama dan lebih taat dalam beragama. Semoga saat datang masanya nanti kita akan bersua, saling berjabat tangan, saling berpelukan sembari melambungkan cinta yang telah tumbuh besar.
Selasa, 14 Juli 2020
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Penyesalan dan Bisikan Cinta-Nya
Penyesalan dan Bisikan Cinta-Nya Oleh Nurul Hidayah Sebuah lorong sunyi terbentang di kedalaman malam. Gulita perlahan menelan seluruh ben...
-
Suatu hari nanti kita akan menjadi seorang ibu. Di mana ibu adalah madrasah pertama bagi putra putrinya. Tahukah kita? Terlahir sebagai kaum...
-
Lantai 3 menyapa Sudah berapa anak tangga kehidupan yang telah kita daki? Masihkah kita bersemangat dalam mengayunkan langkah? Saat masa mu...
-
Lantai 3 menyapa Sudah berapa anak tangga kehidupan yang telah kita daki? Masihkah kita bersemangat dalam mengayunkan langkah? Saat masa ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar