TERUS BERPROSES
Sebagaimana kehidupan, ketupat yang nikmat terlahir dari proses yang panjang.
Mula-mula sepasang janur menyatu, membentuk jalinan, hingga lahirlah selongsong ketupat. (Sebagaimana awal mula kelahiran kita, kita terlahir sama, kosong tanpa membawa apa-apa)
Kemudian kita siapkan beras yang sudah dicuci hingga bersih untuk mengisi selongsong ketupat. (Pelajaran, hikmah, dan tauladan yang bersih terus mengisi hari-hari kita)
Jangan berlebihan dalam memberi isi, cukup setengah bagian saja dari selongsong itu yg terisi beras. (Sebagaimana kita yang harus bersikap tengah-tengah)
Api yang membara siap untuk memasak ketupat. Selama sehari penuh, ketupat dimasak dalam air mendidih. (Kehidupan selalu menempa kita dengan panas yang sangat. Terbentur, terbentur, terbentur, dan akhirnya terbentuk)
Setelah seharian penuh dimasak dengan api yang membara, ketupat yang nikmat siap untuk disantap. (Begitulah kehidupan mengajari kita untuk menjadi pribadi yang tangguh dan selalu bersabar. Karena buah dari kesabaran dan kerja keras itu sangatlah manis).
Ketupat selalu mengingatkan akan sebuah kebersamaan. Darinya kita belajar banyak hal. Cara menikmatinya pun tak mengharuskan kita melepas satu persatu jalinannya. Akan tetapi dengan membelah bagian tengahnya. Dalam budaya Jawa hal ini melambangkan sesuatu yang penuh makna. Semoga lebaran yang akan datang kita bisa menikmati ketupat dalam kebersamaan serta mengurai makna yang dalam.
Selasa, 14 Juli 2020
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Penyesalan dan Bisikan Cinta-Nya
Penyesalan dan Bisikan Cinta-Nya Oleh Nurul Hidayah Sebuah lorong sunyi terbentang di kedalaman malam. Gulita perlahan menelan seluruh ben...
-
Suatu hari nanti kita akan menjadi seorang ibu. Di mana ibu adalah madrasah pertama bagi putra putrinya. Tahukah kita? Terlahir sebagai kaum...
-
Lantai 3 menyapa Sudah berapa anak tangga kehidupan yang telah kita daki? Masihkah kita bersemangat dalam mengayunkan langkah? Saat masa mu...
-
Lantai 3 menyapa Sudah berapa anak tangga kehidupan yang telah kita daki? Masihkah kita bersemangat dalam mengayunkan langkah? Saat masa ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar