Selasa, 23 Agustus 2016
puisi_TAFAKKUR ALAM
TAFAKKUR ALAM
Langit biru terbentang tiada bertepi
Awan putih berarak ikuti arah angin berhembus
Di lereng Sumbing yang indah permai
Kami langkahkan kaki menuju damai
Puncak gunung terselimuti kabut
Dinginnya udara pun kian menusuk
Semangat kami kian berkobar
Ditemani hembusan angin
Yang mengalunkan senandung rindu
Ilalang-ilalang ikut bernyanyi
Iringi langkah kami yang kian pasti
Semak belukar ikut menuntun langkah kami
Ranting-ranting cemara kami jadikan tongkat
Di bawah teduhnya dedaunan rimba
Kami senandungkan lagu cinta
Alam menjadi sahabat sekaligus rumah bagi kami
Semakin tinggi kaki ini berpijak
Semakin tak kuasa mulut ini suarakan takjub
Gunung-gunung menjulang tinggi
Pepohonan rapi bagai permadani
Nan jauh di ujung tertinggi
Edelwis hentikan langkah kami
Tangan ini berusaha meraihnya
Namun alam tak mengijinkannya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Penyesalan dan Bisikan Cinta-Nya
Penyesalan dan Bisikan Cinta-Nya Oleh Nurul Hidayah Sebuah lorong sunyi terbentang di kedalaman malam. Gulita perlahan menelan seluruh ben...
-
Suatu hari nanti kita akan menjadi seorang ibu. Di mana ibu adalah madrasah pertama bagi putra putrinya. Tahukah kita? Terlahir sebagai kaum...
-
Lantai 3 menyapa Sudah berapa anak tangga kehidupan yang telah kita daki? Masihkah kita bersemangat dalam mengayunkan langkah? Saat masa mu...
-
Lantai 3 menyapa Sudah berapa anak tangga kehidupan yang telah kita daki? Masihkah kita bersemangat dalam mengayunkan langkah? Saat masa ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar